Jumat, 17 Februari 2012

Sistem Ekonomi

Penjelasan dari masing-masing Sistem Ekonomi :
1. Sistem Ekonomi Tradisional :
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
  1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
  2. Hanya sedikit menggunakan modal
  3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
  4. Belum mengenal pembagian kerja
  5. Masih terikat tradisi
  6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
-Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :
  1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
  2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
  3. Tidak individualistis
-Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
  1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
  2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
  1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
  2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
  3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
  4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
  5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
  6. Persaingan dilakukan secara bebas
  7. Peranan modal sangat vital
-Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
  1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
  2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
  3. Munculnya persaingan untuk maju
  4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
  5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
-Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
  1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
  2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
  3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
  4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :
  1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
  2. Hak milik perorangan tidak diakui
  3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
  4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
-Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :
  • Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
  • Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
  • Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  • Jarang terjadi krisis ekonomi
-Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :
  • Mematikan inisiatif individu untuk maju
  • Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
  • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
  • Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
  • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
  • Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran
  • Kebebasan berusaha
  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
5. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.
- Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :
  • Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
  • Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
  • Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
  • Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
  • Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
  • Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
-Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :
  1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
  2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
  3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
-Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :
  1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
  2. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas  (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
6. Sistem Ekonomi Sosialis
Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
  • Lebih mengutamakan kebersamaan
  • Peran pemerintah aktif
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
-Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
  1. Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
  2. Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
  3. Produksi dikelola oleh Negara
- Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
  1. Sulit melakukan transaksi
  2. Membatasi kebebasan
  3. Mengabaikan pendidikan moral
Dengan penjelasan ini semoga pembaca dapat memahami Sistem Ekonomi yang ada. Setiap Sistem ekonomi memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. Namun setiap negara tidak menjalankan 100% Sistem ekonomi yang ada, karena masing-masing negara mengambil kebaikan dari sistem ekonomi yang ada untuk meminimalkan dampak kerugian guna mensejahterakan negara dan rakyatnya.

Sabtu, 04 Februari 2012

About command Prompt (part 2)

Sebelumnya sudah saya posting tentang About command prompt bagian pertama  kali ini saya share lanjutan dari postingan saya tentang about command prompt tadi. Ga perlu lama- lama lagi langsung aja ya, berikut ini perintah-perintahnya: 
1. EDIT BOOT LOADER XP
- Buka Command Prompt
- Ketik cd\ untuk berada di root directory system
- Ketik attrib boot.ini -r -s -h
- Ketik edit boot.ini

Contoh isi file boot.ini pada dual OS Windows XP Mandarin & XP English :
[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOW S
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Micro soft Windows XP Professional" /noexecute=optin /fastdetect
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS="Micro soft Windows XP Professional" /noexecute=optin /fastdetect


Keterangan :
- TimeOut : Waktu tunggu sebelum pemilihan OS dilakukan, dalam satuan detik
- Default : Partisi OS yang akan dipilih sebagai default, sehingga akan dieksekusi saat tidak dilakukan pilihan
- MultiDisk : Urutan pilihan yang tampil saat boot, ubah urutan partisi dan kata didalam " " (tanda petik) sesuai selera
2. RECOVERY CONSOLE
Dengan CD Installer
- Masuk BIOS, atur agar first boot pada CD/DVD
- Selanjutnya serupa dengan proses Install Windows
- Sampai bagian Welcome to Setup, tekan R untuk masuk ke dalam Recovery Console.
- Setelah masuk, pilih Windows mana yang akan dimasuki melalui Recovery Console (jika ada beberapa Windows ter-install) dengan memilih angkanya.
- Masukkan password Administrator
- Jika password benar, akan muncul prompt C:\Windows>, Recovery Console siap menerima input Command di Recovery Console

- Attrib : Perintah untuk mengubah atribut sebuah file atau direktori. Contoh : “attrib -h c:\config.sys” artinya, file config.sys yang berlokasi di direktori root C telah dihilangkan atribut Hidden-nya.
- Batch : Perintah untuk menjalankan sekumpulan perintah Recovery Console yang ada di sebuah file teks. Contoh : “batch runme.txt postrun.txt” artinya, perintah batch akan menjalankan perintah yang sudah ditulis didalam file input runme.txt, sedangkan file postrun.txt sendiri akan dibuat secara otomatis sebagai output file.
- Bootcfg : Dipakai untuk membuat atau memodifikasi file boot.ini. Contoh : “bootcfg /scan” artinya semua harddisk yang aktif akan diperiksa apakah ada Windows-nya.
- Chdir : Perintah untuk menampilkan huruf drive dan folder yang sedang dimasuki, juga untuk mengubah drive datau direktori yang ingin dipakai. Contoh : “chdir system32” artinya, lokasi akan berpindah langsung ke direktori System32.
- Chkdsk : Perintah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki error pada harddisk. Contoh : “chkdsk c: /p” artinya, drive C akan diperiksa apakah ada error-nya, sekaligus diperbaiki.
- Cls : Perintah untuk membersihkan layar dari teks.
- Copy : Perintah untuk menyalin file dari satu lokasi ke lokasi lain. Contoh : “copy d:\i386\atapi.sy_ c:\atapi.sys” artinya, file atapi.sy_ didalam folder D:\i386 akan disalin ke C:\ dengan nama atapi.sys.
- Delete : Perintah untuk menghapus sebuah file. Contoh : “delete c:\atapi.sys” artinya, file atapi.sys pada root drive C akan dihapus.
- Dir : Perintah untuk menampilkan daftar file atau folder pada folder aktif, juga informasi penting lain seperti nomor seri harddisk, jumlah file, ukuran serta kapasitas harrdisk. Contoh : “dir c:\*.* /p ” artinya, semua yang ada di root C termasuk subfolder akan ditampilkan per halaman.
- Disable : Perintah untuk men-disable sebuah service atau driver. Contoh : “disable imapi” artinya, service bernama IMAPI CD-Burning COM Service akan di-disable. Untuk menampilkan daftar service digunakan perintah Listsvc.
- Diskpart : Perintah untuk membuat atau menghapus partisi pada harddisk. Contoh : “diskpart /add \Device\HardDisk0 1000” artinya, pada harddisk primary akan dibuat sebuah partisi baru dengan ukuran 1000MB. Cukup ketik diskpart untuk masuk pada interaktif mode.
- Enable : Perintah untuk mengaktifkan service atau driver. Contoh : “enable imapi SERVICE_AUTO_START” artinya, service imapi diaktifkan dengan jenis startup SERVICE_AUTO_START.
- Exit : Perintah untuk mengakhiri Recovery Console.
- Expand : Perintah untuk mengekstrak file dari sebuah file terkompresi pada file CAB atau ZIP. Contoh : “expand d:\cmpnents\netfx\i386\netfx.cab /f:alink.dll c:\” artinya, file bernama alink.dll dalam file terkompresi netfx.cab yang ada di D:\cmpnents\netfx\i386 diekstrak ke C:\.
- Fixboot : Perintah untuk menuliskan boot sector pada partisi yang ditentukan, terutama pada saat boot sector mengalami korup. Contoh : “fixboot c:” artinya, menulis ulang boot sector pada drive C.
- Fixmbr : Perintah untuk menuliskan Master Boot Record (MBR) baru ke harddisk, terutama saat virus merusak MBR sehingga Windows tidak bisa di boot. Contoh : “fixmbr \Device\Harddisk0” artinya, MBR akan ditulis ulang pada harddisk primary.
- Format : Perintah untuk memformat drive yang diingink Contoh : “help fixmbr” artinya, menampilkan semua informasi tentang perintah Fixmbr.
- Listsvc : Perintah untuk menampilkan daftar service dan driver dari Windows yang sedang aktif.
- Logon : Perintah untuk mendapat akses ke instan. Contoh : “format c: /q /fs:NTFS” artinya, drive C akan diformat menggunakan file system NTFS dengan metode quick format.
- Help : Perintah untuk menampilkan informasi yg lebih detil tentang semua perintah di Recovery Console.alasi Windows yang ditentukan jika terdapat lebih dari satu Windows, saat ingin berpindah dari Windows satu ke lainnya tanpa melalui proses booting.
- Map : Perintah untuk menampilkan partisi, huruf drive, dan file system yang dipakai oleh Windows aktif.
- Mkdir : Perintah untuk membuat folder baru.
- More : Perintah untuk menampilkan isi dari file yang bisa dibuka dengan Notepad seperti TXT, INI, LOG, OLD, REG, BAT, dll. Contoh : “more c:\windows\system.ini” artinya, file bernama system.ini pada direktori C:\Windows akan dilihat isinya.
- Rename : Perintah untuk mengubah nama sebuah file. Contoh : “rename c:\windows\funny.log cute.log” artinya, file bernama funny.log pada direktori C:\Windows diubah menjadi cute.log.
- Rmdir : Perintah untuk menghapus sebuah folder.
- Set : Perintah untuk mengaktifkan atau me-nonaktifkan empat opsi di Recovery Console yaitu Allowwildcards, Allowallpaths, Allowremovablemedia dan Nocopyprompt.
- Systemroot : Perintah untuk mengembalikan ke folder systemroot dalam hal ini C:\Windows.
- Type : Perintah yang sama fungsinya dengan perintah More. Contoh : “type c:\boot.ini” artinya, menampilkan isi file boot.ini yang ada di direktori C.

Memperbaiki / Mengganti File Boot.ini
- Masuk ke Recovery Console
- Ketik bootcfg /rebuild pada prompt
- Ketik “Y” pada pertanyaan Add installation to boot list? (Yes/No/All)?
- Ketik versi Windows (co: Windows XP Professional) yang digunakan pada pertanyaan Enter Load Identifier:
- Ketik /fastdetect pada pertanyaan Enter OS Load options:
- Eject CD dan restart PC.

Merestore NTLDR dan Ntdetect.com

- Masuk ke Recovery Console
- Ketik copy d:\i386\ntldr c:\ pada prompt
- Ketik “Y” pada pertanyaan Overwrite
- Ketik copy d:\i386\ntdetect.com c:\ pada prompt
- Eject CD dan restart PC.
 
3. AKSES CD-ROM SAAT SAFEMODE
- Saat booting tekan F8
- Pilih Command Prompt only
- Ketik win /d:m
4. BUAT/EDIT AUTORUN.INF
- Masuk Command Prompt
- Ketik edit autorun.inf
- buat/edit file dengan struktur :

Header, selalu dimulai dengan tulisan ini
[autorun]

Icon, ikon device yang tampil di Explorer, contoh :
icon=doraemon.ico
icon=\my icon\doraemon.ico
icon=doraemon.exe
icon=system.dll, 2


Label, nama device yang tampilkan di Explorer, contoh :
label=Doraemon

Autoplay, aplikasi yang akan dieksekusi, contoh :
open=corel.exe
open=\program\corel.exe


Context Menu, menu yang ditampilkan saat klik kanan, contoh :
shell\aplikasi1\command=programku1.exe
shell\aplikasi2\command=aplikasi\programku2.exe


View File, membuka file saat device diakses, contoh :
shellexecute=http://www.google.co.id
shellexecute=\dokumen\readme.txt
5. MEMPERBAIKI BOOT.INI 
- Masukkan CD Installer XP
- Booting dgn CD Installer XP
- Pada menu Microsoft Setup tekan R untuk masuk Recovery Console
- Pilih OS
- Masukkan password Admin
- Setelah masuk Command Prompt ketik bootcfg /rebuild
- Ketik Y untuk "Add installation to boot list? (Yes/No/All)"
- Ketik "Windows XP Profesional" atau "Windows XP Home Edition" untuk "Enter Load Identifier"
- Ketik /fastdetect untuk "Enter OS Load options"
- Keluarkan CD Installer XP
- Ketik exit, lalu restart komputer
6. MEMPERBAIKI MASTER BOOT RECORD
MBR PADA WINDOWS XP
- Masukkan CD Installer XP
- Booting dgn CD Installer XP
- Pada menu Microsoft Setup tekan R untuk masuk Recovery Console
- Pilih OS yg akan di perbaiki
- Masukkan password Admin
- Setelah masuk Command Prompt ketik fixmbr
- Keluarkan CD Installer XP
- Ketik exit, lalu restart komputer
Cat: tidak boleh digunakan pada dual booting XP & Se7en

MBR PADA VISTA/SE7EN

- Masukkan CD Installer Vista/Se7en
- Booting dgn CD Installer Vista/Se7en
- Pilih Language, Time, Currency, dll lalu klik Next
- Klik Repair Your Computer
- Pilih OS yg akan di perbaiki
- Pilih Command Prompt
- Ketik bootrec.exe (boot configuration data), atau
bootrec.exe /fixmbr (hanya master boot record)
bootrec.exe /fixboot (boot sector)
bootrec.exe /rebuildbcd (keseluruhan data)
Sekian dulu lanjutan dari saya,masih banyak perintah-perintah lainya nanti kalo ada kesempatan akan saya tambahkan.semoga bermanfaat ^_^

About command Prompt (part 1)

Jika sebelumnya saya posting tentang cara Mengubah Warna Mode Dos (Command Prompt) kali ini saya share tentang perintah-perintah yang bisa dilakukan di command prompt.
Berikut perintah-perintah yang bisa dilakukan:
1. HACK LOGIN USER
Membatasi user bernama Tono, hanya bisa login pada hari dan jam tertentu
- Buka Command Prompt
- Ketik "net user tono /time:M,7AM-5PM;T,1PM-3PM;W-F,8:00-17:00"
Cat : format hari ditulis dg singkatan M, T, W, Th, F, Sa, Su

Membatasi user bernama Tini hanya bisa login hingga tanggal tertentu
- Buka Command Prompt
- Ketik net user tini /expires:des,03,2020

Membuat user baru bernama Upin, password 1234, hanya bisa login pada hari dan jam tertentu, nama lengkap Upin Ipin
- Buka Command Prompt
- Ketik net user upin 1234 /add /passwordreq:yes /times:monday-friday,8am-5pm /fullname:"Upin Ipin

Melarang user bernama Shincan mengganti passwordnya
- Buka Command Prompt
- Ketik net user shincan /passwordchg:no

Mematikan user bernama Budi
- Buka Command Prompt
- Ketik net user budi /active:no

Menghapus user bernama Unyil
- Buka Command Prompt
- Ketik net user unyil /delete

Mengganti komen pada user bernama Dono
- Buka Command Prompt
- Ketik net user dono /usercomment:"halo, apa kabar?"

Menambah user baru bernama "Kaskusgan" yg setara dg Admin (Posted by kaskus.gan)
- Buka Command Prompt
- Ketik net localgroup Administrators kaskusgan /add
2. KONVERSI FAT/FAT32 KE NTFS  
- Buka Command Prompt
- Ketik convert D: /fs:ntfs
(artinya merubah file system pada drive D:\ menjadi NTFS)
Cat :
- Jika system tidak bisa Lock drive, pilih 'Yes' pada peringatan 'Convert it during next boot'
- Konversi dari FAT/FAT32 ke NTFS ini tidak bersifat merusak, sehingga data tidak akan hilang
3. MENGHILANGKAN DRIVE 
- Buka Command Prompt
- Ketik mountvol /d
(misal mountvol F: /d maka Drive F akan menghilang!)
- Untuk mengembalikan ketik mountvol untuk menampilkan Volume ID dari semua partisi, termasuk Drive yang hilang
- Ketik mountvol //?/Volume{VolumeID}\
(misal mountvol f: //?/Volume{d604c947-9894-11db-be34-806d6172696f}\
4. MENGHILANGKAN DRIVE (2) 
- Masuk Command Prompt
- Ketik diskpart
- Setelah masuk DISKPART> ketik list volume
Volume ### Ltr Label Fs Type Size Status Info
---------- --- ----------- ----- ---------- ------- --------- --------
Volume 0 E DVD-ROM 0 B
Volume 1 C SYS NTFS Partition 199 GB Healthy System
Volume 2 D DAT NTFS Partition 817 GB Healthy
Volume 3 G Removeable 0 B

- Pilih Volume yang akan di hilangkan, contoh :
DISKPART> select volume 2
- Hilangkan volume terpilih, contoh :
DISKPART> remove letter D
- Untuk menampilkan kembali, contoh :
DISKPART> assign letter d
- Untuk keluar ketik pd DISKPART> exit
5. DETEKSI PERUBAHAN REGISTRY 
- Buka Command Prompt
- Ketik regedit
- Import Registry Key dengan nama Awal.reg
- Setelah terjadi banyak perubahan di PC
- Import Registry Key sekarang dengan nama Sekarang.reg
- Tutup Regedit
- Kembali ke Command Prompt
- Ketik fc awal.reg sekarang.reg > bedanya.txt
- buka file Bedanya.txt yg berisi perubahan Registry dengan notepad
6. SIMPAN STRUKTUR FOLDER & FILE 
- Buka Command Prompt
- Ketik dir C: /s > struktur.txt
- Daftar seluruh File & Folder di C: akan disimpan di file teks STRUKTUR.TXT
Sebenarnya masih banyak perintah2 yang lain seperti :
  1. EDIT BOOT LOADER XP
  2. RECOVERY CONSOLE
  3. AKSES CD-ROM SAAT SAFEMODE
  4. BUAT/EDIT AUTORUN.INF
  5. MEMPERBAIKI BOOT.INI
  6. MEMPERBAIKI MASTER BOOT RECORD
  7. BUAT FILE UKURAN TERTENTU
  8. ASOSIASI FILE DR COMMAND PROMPT
  9. COPAS DI COMMAND PROMPT
  10. DELAY DI COMMAND PROMPT
  11. USB PRINTING DR COMMAND PROMPT
  12. Dll

Perintah Internal


Perintah Internal

Perintah Internal (Internal Command) Adalah perintah yang tidak lagi membutuhkan file khusus, karena semua instruksi internal sudah ditampung dalam file command.com atau Perintah-perintah yang telah ada ketika  memori  komputer  sudah berisi sistem operasi. Dibawah ini akan dibahas beberapa contoh perintah internal ;
  1. Copy
Perintah ini digunakan untuk menyalin atau mengkopy file. Bentuk umum perintah ini adalah sebagai berikut :
Copy [file_asal] [file_tujuan]
Contoh :
A:\>copy a:\tugas c:\latdos
Perintah diatas menunjukan perintah untuk mengkopi file pada directory tugas di  disket ,dan disalin atau dicopykan ke directori c:\latdos
Hasil perintah diatas sbb:

Pada gambar diatas menunjukkan bahwa proses pengcopy-an berhasil yaitu berupa file TUGASM~1.doc
Contoh lainnya:
A:\>copy a:*.* c:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file dari drive a ke c:\latdos
A:\>copy ??g*.* c:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file yang huruf ketiganya g ke c:\latdos.

  1. DEL
Berfungsi untuk menghapus atau mendelete file. Bentuk umum :
Del[nama_file]
Contoh:
C:\latdos>del *.doc {digunakan untuk menghapus semua file yang berektensi doc}

Gambar sebelum di delete.






Gambar setelah dilakukan perintah del*.doc

Lihat isi directory dengan dir

  1. DIR
Bentuk umumnya :
DIR(drive:)(path)(filename)(/p)(/w)(/a)((:atribs))(/o)((:)(/s)(/b)</l)</c(h))
Perintah dir digunakan untuk melihat isi sebuah directory.
·          /p :untuk menampilkan nama file per halaman(page).
·          /w :untuk menampilkan nama file secara mendatar/melebar (wide).
·          /a :menampilkan semua file terutama file yang dihidden dengan attribute+h (Hidden).
·          /o :untuk menampilkan file dalam bentuk terurut:
Ø  n berdasarkan nama file (alphabet).
Ø  e berdasarkan tipe file (extension).
Ø  S berdasarkan ukuran dari kecil ke yang besar
Ø  D berdasarkan tanggal dan waktu
Ø  untuk mengembalikan instruksi.
·         /s :untuk menampilkan file dan root directory sampai sub-directory.
·         /b :untuk menampilkan file dan directory perbaris.
·         /l :untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf kecil.
·         /c :untuk menampilkan rasio pengkompresan.
Contoh:
C:\>dir
Menampilkan file-file dalam root directory

  1. REN
Digunakan untuk mengubah (Rename) nama file dengan file yang baru.Perintah ini tidak akan mengubah isi dari file tersebut. Bentuk umumnya:
REN <nama_file_lama> <nama_file_baru>
Contoh:
C:\>ren tugasm~1.doc tugasku.doc
Perintah diatas berarti mengubah nama file dari tugasm~1.doc menjadi tugasku.doc
Setelah di rename maka akan menghasilkan berikut ini :

  1. VOL
Perintah ini digunakan untuk menampilkan Volume label atau nomor seri dari sebuah disk.
Contoh:
A:\>Vol

  1. TYPE
Digunakan untuk menampilkan file text.perintah ini hanya bisa digunakan untuk satu file saja dan hanya untuk file text.
Contoh:
A:\>type surat.txt {diasumsikan file surat.txt ada di disket}

Maka akan menghasilkan.

  1. MD / MKDIR (Make directory)

  1. CD /CHDIR (Change Directory)

  1. RD (Remove Directory)

  1. DATE
Berfungsi untuk mengubah tanggal dari system dos.Bentuk/format pengisiannya adalah mm-dd-yy atau bulan,tanggal,tahun.

  1. CLS
Clear screen digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada di layer computer.

Setelah menggunakan perintah cls maka tampilannya akan menjadi seperti gambar
dibawah ini :

  1. TIME
Digunakan untuk merubah system waktu yang ada pada dos:

  1. PROMPT
Bentuk umumnya:
PROMPT [prompt_text] [$parameter]
Parameter yang ada:
·         $g :menempilkan karakter>
·         $h :menghapus kerekter sebelumnya(berfungsi seperti backspace).
·         $n :menampilkan default disk yang digunakan.
·         $p :menampilkan posisi direktori yang sedang aktif dari drive default.
·         $q :menampikan karakter “=”
·         $t :menampilkan jam yang aktif
·         $v :menampilkan versi MS-DOS yang dipakai.
·         $$ :menampilkan karakter “$”.
·         $_ :pindah baris (line feed).
·         $1 :menampilkan karakter <.
·         $b :menampilkan karakter !.
·         $d :menampilkan tanggal yang aktif.
·         $e :berfungsi sebagai tombol ESC.
Prompt di MS-DOS menunjukkan bahwa DOS siap menerima perintah. Secara default bentuk prompt adalah :
C:>

Contoh penggunaan prompt:  
Prompt $L$L Ragil Thea $G$G$_$_$P$G

Maka akan diperoleh hasil berikut ini :

Untuk selalu mendapatkan bentuk tanda prompt seperti yang anda inginkan maka kita bisa menempatkan perintah prompt tersebut pada file AUTOEXEC.BAT

  1. VER
Digunakan untuk menampilkan versi DOS yang digunakan.
Contoh:
C:\>ver